Skip to content
Sabtu, Oktober 10
  • TENTANG KAMI
  • Home
  • DISCLAIMER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Seputar Purworejo

Inspiratif, Edukatif dan Terpercaya

Seputar Purworejo

Inspiratif, Edukatif dan Terpercaya

  • Home
  • News
  • Home
  • News
Trending Now
  • BiosfeRun 2026 Menghadirkan Perpaduan Olahraga, Alam, dan Budaya di Perbukitan Menoreh
  • Jelang Porprov 2026, Wabup Berharap Seluruh Kontingen Purworejo Kompak dan Fokus
  • Bupati Purworejo Membuka Sosialisasi Pendidikan Politik di SMKN 4 Purworejo
  • Bupati Purworejo Melantik ASN Di Lingkungan Pemkab Purworejo
  • 132 Peserta Bertarung Di Turnamen Tenis Meja Danramil Bayan Cup 2026
  • RSUD RAA Tjokronegoro Menggelar Forum Konsultasi Publik .
Home>>Pemerintahan>>Pemkab Purworejo Sangat Berkomitmen Mendukung Percepatan Penurunan Stunting
Pemerintahan

Pemkab Purworejo Sangat Berkomitmen Mendukung Percepatan Penurunan Stunting

admin24 September 20260

 

Bupati Purworejo Hadiri Acara Rakortek Percepatan Penurunan Stuntng di Semarang

 

 

SEPUTARPURWOREJO  –   Pemerintah Kabupaten Purworejo menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan dan percepatan penanganan stunting di Indonesia. Hal ini ditegaskan dengan kehadiran dan partisipasi aktif Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH dalam agenda Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, yang digelar Kementerian Sekretariat Negara RI melalui Sekretariat Wakil Presiden RI.

Tak hanya hadir, Bupati Purworejo bersama Bupati/Wali Kota se-Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, juga turut serta menandatangani komitmen penurunan dan pencegahan stunting, di wilayah masing-masing. di Semarang, Selasa (22/9/2026).

 

Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia (PKPSDM) Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres), Eddy Cahyono Sugiarto, dalam arahannya menyampaikan, penanganan stunting tidak dapat dilakukan hanya melalui intervensi gizi, tetapi membutuhkan kerja bersama karena berkaitan dengan lingkungan, sanitasi, infrastruktur, air bersih, hingga berbagai faktor sosial lainnya.

 

“Keberhasilan penanganan stunting membutuhkan penyatuan berbagai program lintas kementerian, pemerintah daerah, hingga tingkat desa, sehingga intervensi tidak berjalan sendiri-sendiri,” jelasnya.

 

Menurutnya, penanganan stunting merupakan pekerjaannya kompleks. Tidak hanya sekadar perbaikan gizi, tapi juga terkait dengan isu lingkungan, sanitasi, infrastruktur dan lainnya, sehingga diperlukan satu komitmen bersama lintas sektoral dalam penanganannya.

 

“Saya menegaskan, pencapaian target tersebut membutuhkan komitmen kepala daerah dan kolaborasi lintas sektor, agar program penanganan stunting tidak berhenti pada kebijakan,” katanya.

 

Hal senada juga disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Menurutnya penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur pemerintahan. Oleh karenanya ia mendorong komitmen dan sinergi seluruh kepala daerah untuk ikut aktif dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayah Jawa Tengah.

 

“Kinerja Bapak Ibu semua dipertaruhkan untuk anak-anak kita. Tidak perlu hanya sekadar komitmen, tetapi ini harus melakukan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah daerah dalam pencegahan dan penurunan stunting,” terangnya.

 

Gubernur juga menegaskan, dalam upaya tersebut, Pemprov Jateng telah melakukan intervensi dengan mengandalkan program layanan dokter Spesialis Keliling (Speling), untuk mendekatkan pelayanan kesehatan spesialis kepada masyarakat desa yang memiliki keterbatasan akses terhadap dokter-dokter spesialis.

 

Dikatakan Gubernur, program tersebut kini juga dapat diarahkan ke wilayah yang memiliki persoalan stunting tinggi, sehingga intervensi kesehatan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

 

“Karena pentingnya layanan kesehatan yang benar-benar hadir hingga wilayah terpencil, sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat mengenai gizi dan kesehatan anak,” katanya. ( Pam )

 

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Previous Post

MORAZEN Yogyakarta Gelar MORA Health Day Care untuk Karyawan dan Keluarga

Next Post

Kecamatan Kutoarjo Meluncurkan Program Inovasi Sidara (Sistem Pemetaan Darah)

Related Articles

Pemerintahan

Bupati Minta Gugus Tugas Covid 19 Terus Mengingatkan Masyarakat untuk Mematuhi Protokol Kesehatan

Pemerintahan

Pemkab Purworejo Untuk Penanganan Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara Jalin Kerjasama Dengan Kejaksaan

Pemerintahan

Penataan Kawasan Pemukiman Kumuh Kutoarjo, di mulai pada Masa Pandemi

Pemerintahan

Orangtua Meninggal Terpapar Covid-19, Anaknya Menerima Santunan

Pemerintahan

Antisipasi Persoalan Hukum, Pemkab Kerjasama Dengan Kejari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • BiosfeRun 2026 Menghadirkan Perpaduan Olahraga, Alam, dan Budaya di Perbukitan Menoreh
  • Jelang Porprov 2026, Wabup Berharap Seluruh Kontingen Purworejo Kompak dan Fokus
  • Bupati Purworejo Membuka Sosialisasi Pendidikan Politik di SMKN 4 Purworejo
  • Bupati Purworejo Melantik ASN Di Lingkungan Pemkab Purworejo
  • 132 Peserta Bertarung Di Turnamen Tenis Meja Danramil Bayan Cup 2026

Komentar Terbaru

    © 2026 Seputar Purworejo | WordPress Theme Ultra Seven
    • Home
    • News
    Memuat Komentar...
    %d