Skip to content
Kamis, Desember 11
  • TENTANG KAMI
  • Home
  • DISCLAIMER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Seputar Purworejo

Inspiratif, Edukatif dan Terpercaya

Seputar Purworejo

Inspiratif, Edukatif dan Terpercaya

  • Home
  • News
  • Home
  • News
Trending Now
  • Wabup Purworejo Mendorong Generasi Muda Untuk Sadar Politik dan Adaptif
  • Kabupaten Purworejo Meraih Predikat Sangat Inovatif Di IGA 2025
  • Purworejo Meluncurkan Program Gerakan Sekolah Cerdas Bermedia
  • Pemkab Purworejo Mendukung Penerapan Pidana Kerja Sosial bagi Pelaku Tindak Pidana
  • Kolaborasi Lintas Sektor Pemkab Purworejo Baik Pidana Kerja Sosial Dan Kesiapsiagaan Bencana
  • Wabup Dion Melepas Kontingen KORMI Purworejo, Ikuti FORDA Tingkat Jawa Tengah 2025
Home>>Pariwisata dan Kebudayaan>>Nguri-Nguri Budaya Lokal Purworejo Dengan Jamasan Pusaka Tahun 2025
Pariwisata dan Kebudayaan

Nguri-Nguri Budaya Lokal Purworejo Dengan Jamasan Pusaka Tahun 2025

Redaksi Seputarpurworejo30 Juni 20250
Jamasan Pusaka di Pendopo Kabupaten Purworejo

 

PURWOREJO, seputarpurworejo.com – Dalam rangka menjaga kelestarian budaya lokal, Museum Tosan Aji Purworejo yang kini mengoleksi 1.286 Tosan Aji dan 276 benda cagar budaya lainnya, menggelar Jamasan di Pendopo Rumah Dinas Bupati  Purworejo..

Dalam rangka menjaga kelestarian budaya lokal, Museum Tosan Aji Purworejo yang kini mengoleksi 1.286 Tosan Aji dan 276 benda cagar budaya lainnya, menggelar Jamasan di Pendopo Rumah Dinas Bupati  Purworejo.

 

Prosesi Jamasan Tosan Aji yang dilakukan rutin setiap tahun ini, diharapkan tidak hanya merawat benda-benda warisan sejarah dan budaya secara fisik saja , namun juga sebagai sarana introspeksi dan pembersihan diri sebagai indentitas budaya Jawa.

 

Jamasan Tosan Aji juga dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit dengan Gagrak Bagelen dengan lakon “Pandu Swargo” oleh dalang Ki Dewoto dan dilanjutkan dengan lakon “Romo Nitis” oleh dalang Ki Parikesit. Pementasan ini sebagai upaya pelestarian Gagrak Bagelen untuk kemudian didokumentasikan dan diusulkan menjadi WBTB (Warisan Budaya Tak Benda) dari Purworejo.

 

Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga kelestarian budaya lokal Kabupaten Purworejo.

 

“Telah kita ketahui bersama bahwa Kabupaten Purworejo merupakan salah satu kabupaten yang kaya akan budaya, yang hingga kini masih terus dilestarikan dan dijunjung tinggi oleh masyarakatnya. Salah satunya adalah budaya yang berkaitan dengan tosan aji atau senjata pusaka,” katanya.

 

Bupati juga menyampaikan komitmen perhatian Pemerintah Kabupaten Purworejo terhadap pengembangan Musem Tosan Aji.

 

“Kami terus berupaya mengembangkan dan menyempurnakan Museum Tosan Aji yang tidak hanya menjadi sarana pelestarian senjata pusaka, tetapi juga sebagai media edukasi bagi generasi muda kita,” terangnya.

 

Bupati juga berharap wayang kulit khas Bagelen dapat lolos menjadi Warisan Budaya Tak Benda, sehingga makin menegaskan budaya asli Purworejo di kancah nasional. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk selalu menjaga dan melestarikan budaya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purworejo, Dyah Woro Setyaningsih, menjelaskan bahwa pada jamasan tahun ini ada sebanyak tiga buah Tosan Aji yang dijamas.

 

“Dua Tosan Aji merupakan koleksi Museum Tosan Aji yang mewakili era Mataram Kuno dengan Keris Naga Pasung (Tangguh Bagelen, masa Kabudhan) dan Keris Brojol (era Mataram Islam). Satu Tosan Aji lainnya adalah milik Wakil Bupati Purworejo, Bapak Dion Agasi Setiabudi, berupa Keris berdapur Sengkelat yang dibuat pada masa Sultan Agung,” terang Woro. ( Pam )

 

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Previous Post

Pertama di Purworejo, Ada Program Umroh Gratis bagi Jamaah yang Rajin Sholat Berjamaah di Masjid Al Fatih Purwodadi

Next Post

Festival Layang-Layang dan Expo UMKM di Gelar Pemkab Purworejo

Related Articles

Pariwisata dan Kebudayaan

PPKM Level 2 , Pemkab Purworejo Membuka Alun-Alun Untuk Aktifitas Warga Masyarakat

Pariwisata dan Kebudayaan

Glamping DeLoano Diharapkan Membangun Ekonomi Kreatif Terintegrasi

Pariwisata dan Kebudayaan

Lokakarya Penulisan Feature Tujuan Wisata di Purworejo Akan di Gelar PkM Program Studi Bahasa dan Sastra FIB UGM

Pariwisata dan Kebudayaan

Wabup Hadiri Merti Desa Kemranggen

Pariwisata dan Kebudayaan

Meskipun Masa Pandemi Covid 19 , Seniman Muda Purworejo Usung “Bedhug Pendowo Jati” di Pentas Duta Seni TMII

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Wabup Purworejo Mendorong Generasi Muda Untuk Sadar Politik dan Adaptif
  • Kabupaten Purworejo Meraih Predikat Sangat Inovatif Di IGA 2025
  • Purworejo Meluncurkan Program Gerakan Sekolah Cerdas Bermedia
  • Pemkab Purworejo Mendukung Penerapan Pidana Kerja Sosial bagi Pelaku Tindak Pidana
  • Kolaborasi Lintas Sektor Pemkab Purworejo Baik Pidana Kerja Sosial Dan Kesiapsiagaan Bencana

Komentar Terbaru

    © 2025 Seputar Purworejo | WordPress Theme Ultra Seven
    • Home
    • News
     

    Memuat Komentar...
     

      %d