
PURWOREJO, seputarpurworejo.com – Tragedi kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Raya Purworejo-Magelang, tepatnya di tanjakan extrim Desa Kalijambe Kecamatan Bener, pada Rabu 7/5/2025 siang, adanya Insiden tersebut melibatkan sebuah truk yang hilang kendali dan menabrak kendaraan angkutan kota serta rumah warga. Sebanyak 12 orang dilaporkan tewas, sementara 5 orang lainnya mengalami luka-luka.
Warga masyarakat pengguna jalan raya Nugraha warga Purworejo menyampaikan keprihatinannya atas kecelakaan tragis ini. Warga meminta pemerintah daerah di 2 kabupaten untuk segera membangun jalur penyelamat di Tanjakan Extrim Desa Kaijambe untuk mencegah insiden serupa terulang.
“Peristiwa ini adalah peringatan bagi semua pihak terutama Pemerintah Daerah di 2 Kabupaten Dan karena rawan kecelakaan ini memerlukan perhatian khusus. Jalur penyelamat bagi yang mengalami rem blong sangat penting untuk menekan risiko kecelakaan ,” ujar Nugraha .
Menurut Nugraha adanya jalur penyelamat ditanjakan extrim Desa Kalijambe sudah menjadi kebutuhan penting karena memiliki jalan turunan yang sangat curam dan berkelok. Selain itu juga perlu penambahan rambu-rambu lalu lintas , terutama kendaraan berat yang kan melintas di turunan di perbatasan Magelang Purworejo , tentunya adanya jalur penyelamat akan membantu mengurangi kecelakaan yang mungkin terjadi jika terjadi rem blong .
Purworejo ini memiliki tanjakan yang cukup menantang dan rawan kecelakaan. Tanjakan dengan panjang kurang lebih dari 1 km itu sering mengakibatkan kecelakaan hingga merenggut nyawa. Sudah banyak kejadian, banyak kendaraan yang mengalami rem blong di jalur tersebut dan menyebabkan kecelakaan.
Syamsul warga sekitar mengatakan, setidaknya satu bulan sekali terjadi kecelakaan meskipun intensitas kecil. Selain tikungan yang tajam, jalan yang panjang dan menurun juga sering menyebabkan rem kendaraan cepat panas.
Untuk itu, kata Syamsul, tikungan dan turunan tajam tersebut dijaga 24 jam oleh warga sekitar. Warga juga menyediakan ganjal ban untuk antisipasi adanya kendaraan yang tidak kuat menanjak dan mengalami masalah di tengah jalan.
Direktur RSUD Tjitrowardojo Purworejo, dr Tolkha mengatakan di RSUD ada enam korban kecelakaan terdiri dari lima korban meninggal dunia dan satu orang terluka parah. “Yang dirujuk ke Tjitrowardojo itu ada 6, Mbak, 5 meninggal dunia perempuan semua, yang 1 luka berat, teridentifikasi sebagai sopir,” ungkapnya . Sementara itu di RSUD Tjokronegoro ada 5 korban yang dirujuk dan semuanya meninggal dunia. Semua korban sudah teridentifikasi oleh inafis dan setelah selesai langsung dibawa pulang.


