Skip to content
Selasa, April 21
  • TENTANG KAMI
  • Home
  • DISCLAIMER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Seputar Purworejo

Inspiratif, Edukatif dan Terpercaya

Seputar Purworejo

Inspiratif, Edukatif dan Terpercaya

  • Home
  • News
  • Home
  • News
Trending Now
  • Festival Kutoarjo 2026 Digelar, Menghadirkan Kolaborasi Ekonomi Kreatif Lokal Berbasis Digital menuju Pasar Dunia
  • Pemkab Purworejo Mendukung Percepatan Implementasi Kecamatan Berdaya
  • Bupati Purworejo Memberi Dukungan Moril Bagi Keluarga Korban Laka Air Sungai Wawar
  • Pemkab dan IPPAT Kabupaten Purworejo Mendorong Pelayanan Pertanahan Cepat dan Akuntabel
  • BPOB Jalin Kerjasama Dengan Pewarta Purworejo Untuk Peningkatan Kapasitas Berita dan Informasi
  • RSUD dr. Tjitrowardojo Meluncurkan Beberapa Inovasi Layanan Digital
Home>>Pariwisata dan Kebudayaan>>Pengetan Jumenengan Sebagai Bentuk Nguri-Uri Budaya Sejarah Purworejo
Pariwisata dan Kebudayaan

Pengetan Jumenengan Sebagai Bentuk Nguri-Uri Budaya Sejarah Purworejo

Redaksi Seputarpurworejo27 Februari 20230

 

Acara Jumenengan Hari Jadi Dipendopo Bupati Purworejo

 

 

PURWOREJO, seputarpurworejo.com – Puncak Peringatan Hari Jadi Ke 192 Kabupaten Purworejo ditandai dengan Pengetan Jumenengan di Pendopo Kabupaten Purworejo. Harapan dengan adanya Pengetan Jumenengan ini, tentunya masyarakat Purworejo akan semakin sejahtera, kami berharap generasi muda mengerti sejarah Purworejo dan nguri-nguri budaya untuk jati diri Kabupaten Purworejo

Hadir langsung dalam acara sakral tersebut Bupati RH Agus Bastian SE MM, Wabup Hj Yuli Hastuti SH, Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto, Perwakilan Direktorat Event Daerah Kemenparekraf, Trindiana M Tikupasang, Pelaksana Badan Otorita Borobudur Yusuf Hartanto, Jajaran Forkopimda beserta istri, para kepala Perangkat Daerah, serta RH Budhi Sardjono BE yang merupakan keturunan RAA Tjokronegoro.

 

Dalam sambutan berbahasa Jawa, Bupati RH Agus Bastian SE MM mengucapkan terimakasih kepada para tamu undangan dan mengapresiasi semua pihak terkait yang telah ikut serta dalam pembangunan Kabupaten Purworejo.

 

”Ada rasa dan kegembiraan yang luar biasa di hati, karena dukungan yang besar dari masyarakat di seluruh wilayah Purworejo. Semuanya dapat berjalan dengan lancar,” jelas Bupati.

 

Lebih lanjut Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk meneruskan perjuangan pembangunan para pendahulu, demi membawa Purworejo lebih maju di masa yang akan datang.

 

“Kami berharap dengan adanya Pengetan Jumenengan ini, tentunya masyarakat Purworejo akan semakin sejahtera, kami berharap generasi muda mengerti sejarah Purworejo dan nguri-nguri budaya untuk jati diri Kabupaten Purworejo,” kata Bupati.

 

Pengetan Jumenengan menampilkan dua pagelaran sendratari  utama, yaitu Beksan Kidung Cakra dan Beksan Cakra Tunggal. Beksan Kidung Cakra  merupakan tarian yang ditampilkan khusus, yakni pada Pengetan Jumenengan Bupati pertama Purworejo RAA Tjokronegoro I. Beksan Kidung Cakra merupakan karya seniman tari Purworejo Melania Sinaring Putri yang diperagakan oleh tujuh penari perempuan. Beksan Kidung Cakra merupakan tarian yang mengisahkan lingkaran kehidupan manusia yang terus berputar.

 

Sedangkan Beksan Cakra Tunggal merupakan sebuah karya tari yang terinspirasi dari keberanian dan kepemimpinan tokoh Bupati pertama RAA Tjokronegoro I. Beksan Cakra Tunggal karya seniman Wibi Supri Andoko menceritakan tentang semangat keprajuritan, selalu siap berjuang untuk menjalankan tugas dan amanah dalam keadaan apapun.

 

Tarian ini sekaligus menggambarkan karya monumental yang diprakarsai RAA Tjokronegoro I seperti pendopo kabupaten, alun-alun, Bedhug Pendowo, dan saluran irigasi Kedung Putri. Dua tarian tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

 

Beksan Kidung Cakra mewakili kepribadian luhur, sedangkan Cakra Tunggal mengejawantahkan keluhuran tersebut, sehingga tercipta dan menghasikan sebuah karya yang agung.

 

Acara Pengetan Jumenengan diakhiri dengan penyerahan kekancingan oleh Bupati kepada seluruh kepala Perangkat Daerah, masing-masing berupa sebilah keris. Sedang kekancingan untuk 16 camat berupa sebilah tombak. ( Pam ).

 

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Previous Post

Wabup Membuka Pasar Tani, Bazar Durian dan Vaksinasi Rabies

Next Post

Kirab Bregada Wujud Kepedulian Untuk Nguri-Uri Budaya

Related Articles

Pariwisata dan Kebudayaan

Bupati Purworejo Paparkan Potensi Pariwisata kepada Menparekraf dan Pengusaha

Pariwisata dan Kebudayaan

PPKM Level IV Covid 19 , Pemkab Purworejo Masih Menutup Alun-Alun Untuk Aktifitas Warga Masyarakat

Pariwisata dan Kebudayaan

Gelar Apresiasi Seni DPRD 2025 , Wujud Melestarikan Budaya Daerah

Pariwisata dan Kebudayaan

Bupati Purworejo Terima YouTuber

Pariwisata dan Kebudayaan

Wabup Hadiri Merti Desa Kemranggen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Festival Kutoarjo 2026 Digelar, Menghadirkan Kolaborasi Ekonomi Kreatif Lokal Berbasis Digital menuju Pasar Dunia
  • Pemkab Purworejo Mendukung Percepatan Implementasi Kecamatan Berdaya
  • Bupati Purworejo Memberi Dukungan Moril Bagi Keluarga Korban Laka Air Sungai Wawar
  • Pemkab dan IPPAT Kabupaten Purworejo Mendorong Pelayanan Pertanahan Cepat dan Akuntabel
  • BPOB Jalin Kerjasama Dengan Pewarta Purworejo Untuk Peningkatan Kapasitas Berita dan Informasi

Komentar Terbaru

    © 2026 Seputar Purworejo | WordPress Theme Ultra Seven
    • Home
    • News
     

    Memuat Komentar...
     

      %d