
SEPUTARPURWOREJO- Imigrasi Indonesia mencatatkan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 8,68 triliun hingga Senin, 12 Oktober 2026 pukul 07.30 WIB. Angka ini setara 101,88 persen dari target yang ditetapkan pemerintah untuk tahun 2026.
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko mengucapkan rasa syukurnya bahwa di tengah dinamika kondisi geopolitik global, Indonesia tercatat masuk dalam tiga besar destinasi wisata dunia yang wajib dikunjungi sekali seumur hidup versi majalah CEOWORLD.
“Kami mensyukuri bahwa kebijakan keimigrasian mendorong hadirnya wisatawan berkualitas yang berkontribusi terhadap ekonomi negara. Kontribusi yang tinggi terhadap penerimaan negara menjadi salah satu indikator kualitas layanan yang diselenggarakan pemerintah,” terang Hendarsam.
Lebih lanjut Hendarsam mengatakan, pencapaian target tersebut tercapai dengan baik meski di sepanjang tahun 2026, pengawasan keimigrasian terus digencarkan.
“Di tahun 2026 ini, pengawasan keimigrasian terus kami gencarkan. Sekitar 5.310 WNA telah kami deportasi dan 3.950 di antaranya kami masukkan dalam daftar cekal. Kita tentunya menginginkan hanya WNA berkualitas yang masuk dan berkegiatan di Indonesia. Dan ternyata tingginya angka penindakan terhadap WNA yang melanggar juga tidak menyurutkan animo pelancong internasional untuk datang ke Indonesia,” jelas Hendarsam.
Selaras dengan penerimaan PNBP yang optimal, Imigrasi Indonesia juga melakukan optimalisasi layanan untuk menghadirkan pelintas yang berkualitas.
Sektor visa dan izin keimigrasian menjadi kontributor terbesar, di mana pendapatan dari visa sendiri mencapai Rp 4,7 triliun atau 55 persen dari total penerimaan, disusul paspor Rp 2,1 triliun, izin keimigrasian dan re-entry permit Rp 1,52 triliun, serta layanan lainnya Rp 270 miliar. Secara tahunan (year-on-year), perolehan ini mencatatkan surplus Rp 510 miliar dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Untuk mendukung optimalisasi layanan, Imigrasi Indonesia menghadirkan platform evisa.imigrasi.go.id, yang memungkinkan fasilitas pembayaran kartu kredit langsung tanpa melalui agen atau penjamin. Hal ini didukung dengan penambahan autogate di tempat-tempat pemeriksaan imigrasi utama. Saat ini tercatat 298 unit autogate telah beroperasi untuk mendukung pembentukan seamless ecosystem di pintu masuk negara.
Sementara itu, dalam aspek pelayanan paspor, pendekatan kepada masyarakat diperluas melalui program jemput bola Pasporia (Paspor Ceria) yang diselenggarakan di ruang-ruang publik seperti Car Free Day (CFD) pada akhir pekan. Imigrasi juga menambahkan kantor imigrasi baru di berbagai daerah serta mengoperasikan unit-unit pelayanan keimigrasian baru yang dapat melayani masyarakat di luar hari dan jam layanan reguler. ( Pam )


