Skip to content
Kamis, Oktober 15
  • TENTANG KAMI
  • Home
  • DISCLAIMER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Seputar Purworejo

Inspiratif, Edukatif dan Terpercaya

Seputar Purworejo

Inspiratif, Edukatif dan Terpercaya

  • Home
  • News
  • Home
  • News
Trending Now
  • Dinkominfostasandi Purworejo Menggelar Ketoprak Lakon “Wurung”
  • Imigrasi Indonesia Melampaui Target Penerimaan Negara Bukan Pajak/PNBP Tahun 2026
  • Wabup Membuka TMMD Sengkuyung Tahap IV TA 2026 di Desa Redin Kecamatan Gebang
  • Sekda Mendorong Sinergi Pemangku Kepentingan Dalam Meningkatkan Pariwisata Daerah
  • Baznas Purworejo Salurkan Dana Zakat , Infak, Dan Sedekah
  • Perkuat Sinergi Pelayanan Jemaah, Imigrasi Purworejo dan Kementerian Haji dan Umrah Tandatangani Perjanjian Kerja Sama dan Naskah Komitmen Bersama
Home>>Pariwisata dan Kebudayaan>>Dinkominfostasandi Purworejo Menggelar Ketoprak Lakon “Wurung”
Pariwisata dan Kebudayaan

Dinkominfostasandi Purworejo Menggelar Ketoprak Lakon “Wurung”

admin15 Oktober 20260

 

Edukasi Ruang Digital melalui Kethoprak

 

 

SEPUTARPURWOREJO   –  Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Dinkominfostasandi) terus berkomitmen menyebarkan informasi publik, salah satunya melalui Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra). Memilih pendekatan yang hangat dan merakyat, Dinkominfostasandi bekerja sama dengan Dewan Kesenian (DKP) Purworejo dan MAFINDO, menampilkan tim produksi “Lare Seniman” dalam Pentas Ketoprak dengan membawakan lakon berjudul “Wurung”.

​Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Dewan Kesenian Purworejo (DKP) Agus Pramono, Narasumber dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Kasihani, yang juga tampil langsung sebagai pemain, serta jajaran kerabat kerja, pemain, dan tim produksi Lare Seniman.

​

Kepala Dinkominfostasandi Kabupaten Purworejo, Ganis Pramudito, S.S.T.P., M.Si., menyampaikan bahwa di era digital saat ini arus informasi bergerak sangat cepat. Namun, kondisi ini juga membawa ancaman nyata seperti maraknya hoaks, isu negatif, dan berita bohong yang berpotensi memecah belah ketenteraman masyarakat.

​

“Seni pertunjukan seperti ketoprak bukan sekadar tontonan dan hiburan, melainkan juga menjadi tuntunan dan benteng edukasi. Budaya lokal adalah media diseminasi informasi yang sangat ampuh—mudah diterima, menyentuh hati, dan mempererat tali silaturahmi antarwarga,” jelas Ganis.

​

​Selain sebagai sarana nguri-uri (melestarikan) budaya Jawa, pertunjukan ketoprak ini disisipi pesan krusial terkait etika bermedia sosial dan perlindungan anak di ruang digital. Ganis menyoroti pesatnya perkembangan teknologi yang menghadapkan anak-anak pada risiko seperti cyberbullying, penipuan, hingga paparan konten kekerasan dan pornografi.

​

Ganis menegaskan dukungan daerah terhadap langkah tegas Pemerintah Pusat melalui Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 (turunan dari PP TUNAS tentang Tata Kelola Perlindungan Anak dalam Penyelenggaraan Sistem Elektronik) yang memperkuat perlindungan anak di dunia maya.

 

Lebih lanjut disampaikan, kebijakan tersebut diterapkan untuk tiga tujuan utama, yaitu melindungi mental dan tumbuh kembang anak dari dampak buruk konten yang tidak sesuai usia, mencegah anak dari kejahatan siber dan bahaya informasi palsu (hoaks), serta mendorong peran aktif orang tua agar lebih bijak dan cermat mendampingi anak dalam penggunaan gawai (gadget). ( Pam )

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Previous Post

Imigrasi Indonesia Melampaui Target Penerimaan Negara Bukan Pajak/PNBP Tahun 2026

Related Articles

Pariwisata dan Kebudayaan

Muda Ganesha, Berkarya untuk Negeri, Bersama Mengukir Prestasi

Pariwisata dan Kebudayaan

PPKM Level 2 , Pemkab Purworejo Membuka Alun-Alun Untuk Aktifitas Warga Masyarakat

Pariwisata dan Kebudayaan

Bupati Purworejo Gelar Acara Mantu Massal 22 Pasang Pengantin

Pariwisata dan Kebudayaan

Pengetan Jumenengan Sebagai Bentuk Nguri-Uri Budaya Sejarah Purworejo

Pariwisata dan Kebudayaan

Di Masa Pandemi Covid 19 , Hari Jadi Kabupaten Purworejo yang ke 190 Tetap Digelar Secara Sederhana

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Dinkominfostasandi Purworejo Menggelar Ketoprak Lakon “Wurung”
  • Imigrasi Indonesia Melampaui Target Penerimaan Negara Bukan Pajak/PNBP Tahun 2026
  • Wabup Membuka TMMD Sengkuyung Tahap IV TA 2026 di Desa Redin Kecamatan Gebang
  • Sekda Mendorong Sinergi Pemangku Kepentingan Dalam Meningkatkan Pariwisata Daerah
  • Baznas Purworejo Salurkan Dana Zakat , Infak, Dan Sedekah

Komentar Terbaru

    © 2026 Seputar Purworejo | WordPress Theme Ultra Seven
    • Home
    • News
    Memuat Komentar...
    %d