Skip to content
Kamis, Juni 4
  • TENTANG KAMI
  • Home
  • DISCLAIMER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Seputar Purworejo

Inspiratif, Edukatif dan Terpercaya

Seputar Purworejo

Inspiratif, Edukatif dan Terpercaya

  • Home
  • News
  • Home
  • News
Trending Now
  • Bupati Purworejo Berharap Perayaan Waisak Untuk Perkuat Semangat Kerukunan dan Toleransi
  • Sebanyak 108 Ribu Masyarakat Purworejo Terima Bantuan Beras dan Minyak Realiasi Program Cadangan Pangan Pemerintah
  • Desa Pogungjurutengah Purworejo Terima Sapi Kurban Bantuan Presiden RI
  • MORAZEN Yogyakarta Mendukung Program Pencegahan Stunting Melalui Program MORA Impact
  • Terima Hibah Rampasan KPK , Pemkab Purworejo Siap Manfaatkan untuk Pelayanan Publik
  • RSUD dr. Tjitro Wardojo Menjadi Salah Satu Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama di Jawa Tengah
Home>>Pendidikan>>Tak Mampu Bayar Kekurangan SPP, Siswa SMK di Purworejo Terancam Di Non Aktifkan
Pendidikan

Tak Mampu Bayar Kekurangan SPP, Siswa SMK di Purworejo Terancam Di Non Aktifkan

Redaksi Seputarpurworejo18 Oktober 20250

 

SMK Di Purworejo

 

SEPUTARPURWOREJO – Purworejo menerapkan kebijakan yang cukup ekstrem yakni dengan menonaktifkan atau membuat siswa mengundurkan diri bagi  orang tua mereka yang  tidak dapat melunasi kekurangan biaya sekolah sampai hari Sabtu (18/10/2025). Kebijakan tersebut disampaikan kepada belasan siswa melalui surat pemberitahuan dari Kepala SMK PN, Sugiri melalui wali kelas masing-masing.

Dalam surat tanggal 16 Oktober 2025 disebutkan bahwa surat yang dibuat berdasarkan hasil koordinasi orang tua murid dan ketua yayasan, memberi batasan kepada siswa untuk dapat mengikuti ASTS apabila sudah melunasi sampai hari Sabtu. ASTS akan diadakan pada Senin (20/10/2025).

 

Pada poin dua surat tersebut disampaikan, apabila sampai batas waktu yang sudah ditetapkan belum dapat melunasi, maka siswa otomatis dianggap mengundurkan diri.

 

Berdasarkan keterangan salah satu wali murid yang anaknya belum membayar kekurangan biaya sekolah, Tri Wahyuni (55), ada sekitar 15 siswa yang mengalami nasib serupa.

 

Saat datang ke Balai Wartawan pada Selasa (14/10/2025) bersama anaknya, Hafiz Masrur Rosadi (16), siswa kelas XI TP, Tri menjelaskan bahwa saat hari pertama pelaksanaan ASTS, anaknya tidak diperbolehkan mengikuti ujian.

 

“Anak saya dengan teman-teman lain yang belum lunas pembayaran sekolahnya, dikumpulkan di Ruang Perpustakaan, tidak mengerjakan apa-apa,” jelas Tri

 

Keesokan harinya, hingga ASTS berakhir anaknya memutuskan tidak berangkat sekolah. “Malu, terus mau apa ke sekolah juga,” kata Hafiz yang mengaku selalu rangking 1 dari mulai kelas X.

 

Hafiz tinggal di RT2 RW 3 Desa Gintungan, Kecamatan Gebang. Bapaknya merupakan pensiunan guru. Sedangkan ibunya mengurus rumah tangga.

 

Selain Hafiz, kakaknya juga sebelumnya sekolah di SMK PN tahun 2008. “Kalau belum bayar tidak sampai seperti sekarang ini,” terang Tri. Ia menyatakan bukan tidak ingin membayar biaya sekolah anaknya, namun suaminya tengah berupaya untuk mendapatkan uang sebesar Rp4,5 juta.

Sebenarnya ia ingin ada kebijakan dari sekolah agar kekurangan pembayarannya bisa diangsur. Tapi tetap tidak boleh karena harus lunas sebagai syarat mengikuti ASTS.

 

“Bahkan pihak sekolah memaksa kami untuk hutang ke siapa dulu gitu untuk dapat melunasi kekurangan. Malah kalau kurang Rp100 ribu juga tetap tidak diperbolehkan ikut ASTS,”  kata Tri.

 

Tak hanya itu, ia juga menyampaikan, saat rapat koordinasi dengan orangtua, Sugiri mengatakan bahwa siapapun yang melaporkan hal ini kepada media maka akan dikeluarkan dari sekolah.

 

Beberapa media yang mendatangi SMK PN meminta Sugiri untuk menjelaskan maksud ucapannya tersebut. Namun ia mengatakan bahwa hal tersebut merupakan kebijakan dari yayasan. ( Pam )

 

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Previous Post

Pemkab Purworejo Mendorong Petani Menerapkan Teknologi Usaha Tani Modern

Next Post

Pemkab Purworejo Mendukung Percepatan Operasional Kopdeskel Merah Putih

Related Articles

Pendidikan

Meskipun Hujan Deras, Ribuan Masyarakat Purworejo Antusias Ikuti Pengajian Gus Iqdam

Pendidikan

Purworejo Meluncurkan Program Gerakan Sekolah Cerdas Bermedia

Pendidikan

RSUD dr. Tjitro Wardojo Menjadi Salah Satu Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama di Jawa Tengah

Pendidikan

Bupati Purworejo Menyambut Baik Rencana Pembangunan Kampus UNY

Pendidikan

MTQ Pelajar dan Umum Tingkat Kabupaten Purworejo Tahun 2025 Secara Resmi Digelar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Bupati Purworejo Berharap Perayaan Waisak Untuk Perkuat Semangat Kerukunan dan Toleransi
  • Sebanyak 108 Ribu Masyarakat Purworejo Terima Bantuan Beras dan Minyak Realiasi Program Cadangan Pangan Pemerintah
  • Desa Pogungjurutengah Purworejo Terima Sapi Kurban Bantuan Presiden RI
  • MORAZEN Yogyakarta Mendukung Program Pencegahan Stunting Melalui Program MORA Impact
  • Terima Hibah Rampasan KPK , Pemkab Purworejo Siap Manfaatkan untuk Pelayanan Publik

Komentar Terbaru

    © 2026 Seputar Purworejo | WordPress Theme Ultra Seven
    • Home
    • News

    Memuat Komentar...

      %d