Skip to content
Sabtu, Juli 18
  • TENTANG KAMI
  • Home
  • DISCLAIMER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Seputar Purworejo

Inspiratif, Edukatif dan Terpercaya

Seputar Purworejo

Inspiratif, Edukatif dan Terpercaya

  • Home
  • News
  • Home
  • News
Trending Now
  • Upaya Pengembangan Potensi Unggulan di Wilayah Kecamatan Bener Dengan Explore Bener Super
  • Bupati Purworejo Mengajak Masyarakat Untuk Menjaga Kelestarian Lingkungan Pesisir
  • Hadirnya Alat Mammography di RSUD dr. Tjitrowardojo , Pemeriksaan Kanker Payudara Semakin Ditingkatkan.
  • BPOB & BUMDesa Menanda Tangani PKS Pengelolaan Sampah Kawasan Borobudur
  • 300 Peserta Mengikuti Run For Fun 2026 MORAZEN Yogyakarta
  • Festival Layang-Layang Tingkat Nasional 2026 Mendongkrak Pariwisata dan Ekonomi Warga
Home>>Pariwisata dan Kebudayaan>>BPOB & BUMDesa Menanda Tangani PKS Pengelolaan Sampah Kawasan Borobudur
Pariwisata dan Kebudayaan

BPOB & BUMDesa Menanda Tangani PKS Pengelolaan Sampah Kawasan Borobudur

admin8 Juli 20260

 

BPOB dan BUmbesa Tanda tangani Kesepakatn Bersama Pengelolaan Sampah Di Glamping D’Loano Sampah

 

 

SEPUTARPURWOREJO  –  Dalam upaya konkret menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa, Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BUMDesa Binangun Raharja. Kesepakatan strategis ini berfokus pada Pengelolaan Sampah Kawasan Pariwisata Zona Otorita Borobudur dengan mengusung semangat kolaborasi bertajuk, “Bersama mengelola sampah, membangun kawasan yang bersih, produktif, dan berkelanjutan.”

Acara penandatanganan bersejarah ini dilangsungkan di Aula Glamping De Loano, Borobudur Highland, Kabupaten Purworejo, pada Senin 6/7/2026. Penandatanganan dilakukan secara langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama BPOB, Yusuf Hartanto, bersama dengan Direktur BUMDesa Binangun Raharja, Dhani. Momen ini turut disaksikan oleh jajaran Kepala Divisi BPOB, perwakilan Pemerintah Kalurahan Pagerharjo, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pagerharjo, para pemangku wilayah (Dukuh), serta mitra strategis lainnya. Sinergi Mewujudkan Pariwisata Zero Waste

 

Kerja sama tata kelola sampah ini merupakan manifestasi dari tanggung jawab BPOB dalam mengembangkan destinasi pariwisata super prioritas yang tidak hanya menonjolkan keindahan alam, tetapi juga menjamin ekosistem lingkungan yang baik, bersih, sehat, dan berkelanjutan.

 

Plt. Direktur Utama BPOB, Yusuf Hartanto, menegaskan bahwa penanganan sampah di kawasan pariwisata tidak bisa lagi dipandang sebelah mata, melainkan harus dikelola dengan sistem yang terpadu dari hulu ke hilir.

 

“Pariwisata berkelanjutan adalah masa depan kita. Melalui penandatanganan PKS ini, BPOB berkomitmen untuk memastikan Kawasan Pariwisata Zona Otorita Borobudur bebas dari permasalahan sampah. Kami tidak hanya mengejar target zero waste, tetapi juga memastikan proses pemilahan, distribusi, hingga pengolahan akhir dilakukan secara bertanggung jawab dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal,” jelas Yusuf Hartanto.

 

Lebih lanjut, Yusuf menjelaskan bahwa sinergi lintas sektor adalah kunci utama. Keterlibatan BUMDesa diharapkan dapat menjadi motor penggerak sirkular ekonomi di tingkat akar rumput. Sampah yang dihasilkan dari aktivitas pariwisata di kawasan otorita akan dikelola secara komprehensif, sehingga limbah yang sebelumnya dianggap sebagai beban dapat diubah menjadi sumber daya yang bernilai guna.

 

Dari kacamata ekonomi sirkular, Untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat desa kolaborasi ini membuka peluang baru bagi desa-desa penyangga di sekitar Borobudur Highland. BUMDesa Binangun Raharja akan memainkan peran sentral dalam operasional pengelolaan sampah harian, yang secara langsung akan menyerap tenaga kerja lokal dan menciptakan sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) yang baru.

 

Direktur BUMDesa Binangun Raharja, Dhani, menyambut baik langkah taktis yang diinisiasi oleh pemerintah pusat melalui BPOB ini. Menurutnya, kesepakatan ini adalah bentuk nyata dari pemberdayaan masyarakat yang berdimensi ekologis sekaligus ekonomis.

 

“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan BPOB yang menggandeng BUMDesa sebagai mitra utama pengelola sampah kawasan. Kerja sama ini menjadi angin segar bagi kami. Selain memastikan kawasan wisata di desa kami tetap asri dan bersih, skema pengelolaan sampah yang terstruktur ini akan memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi kas desa dan kesejahteraan masyarakat Pagerharjo pada umumnya,” kata Dhani.

 

Proses operasional nantinya akan mencakup serangkaian tahapan yang ketat, mulai dari edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik di titik kumpul, sistem transportasi yang memadai, hingga pengolahan di fasilitas yang telah disiapkan. Dengan demikian, sampah anorganik bernilai ekonomis dapat didaur ulang (recycle), sementara sampah organik dapat diolah menjadi kompos yang berguna bagi sektor pertanian lokal.

 

Selain aspek operasional, PKS ini juga mengamanatkan pentingnya edukasi publik. BPOB bersama Pemerintah Kalurahan Pagerharjo berkomitmen untuk terus mensosialisasikan tata kelola limbah yang baik kepada seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha pariwisata.

 

Mewakili unsur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI dalam mengawal destinasi berkualitas, Kepala Divisi ADTW BPOB yang turut hadir dalam acara tersebut juga menyoroti pentingnya perubahan paradigma di masyarakat. (Catatan: Kutipan ini diadaptasi dari perwakilan pimpinan pejabat BPOB yang hadir untuk memenuhi struktur siaran pers yang solid).

 

“Pariwisata kelas dunia membutuhkan standar kebersihan kelas dunia pula. Kami berharap program ini mampu mengedukasi masyarakat secara luas. Tata kelola sampah yang baik harus dimulai dari unit terkecil, yakni setiap keluarga. Kesadaran kolektif inilah yang akan mempertahankan kualitas Borobudur Highland sebagai destinasi wisata hijau dan unggulan di kancah internasional,” tegas Kepala Divisi ADTW BPOB.

 

Sebagai penutup, seluruh pihak yang hadir bersepakat bahwa kolaborasi strategis ini tidak dirancang sebagai program jangka pendek yang hanya bertahan satu atau dua tahun. Sinergi antara BPOB, BUMDesa, Pokdarwis, dan pemangku kepentingan lainnya akan terus dievaluasi dan diperkuat. Harapannya, gaung dari inisiatif pelestarian lingkungan ini dapat memberikan efek domino yang positif, menginspirasi desa-desa wisata lainnya di Indonesia, serta memastikan kelestarian alam Kawasan Otorita Borobudur tetap terjaga untuk generasi mendatang. ( Pam )

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Previous Post

300 Peserta Mengikuti Run For Fun 2026 MORAZEN Yogyakarta

Next Post

Hadirnya Alat Mammography di RSUD dr. Tjitrowardojo , Pemeriksaan Kanker Payudara Semakin Ditingkatkan.

Related Articles

Pariwisata dan Kebudayaan

Festival Layang-layang 2024 Diikuti 55 Club Dalam Negeri dan Mancanegara

Pariwisata dan Kebudayaan

Kirab Bregada Wujud Kepedulian Untuk Nguri-Uri Budaya

Pariwisata dan Kebudayaan

Pengetan Jumenengan Sebagai Bentuk Nguri-Uri Budaya Sejarah Purworejo

Pariwisata dan Kebudayaan

BPOB Perkuat Komitmen Pariwisata Berkelanjutan di Kawasan Borobudur

Pariwisata dan Kebudayaan

Lokakarya Penulisan Feature Tujuan Wisata di Purworejo Akan di Gelar PkM Program Studi Bahasa dan Sastra FIB UGM

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Upaya Pengembangan Potensi Unggulan di Wilayah Kecamatan Bener Dengan Explore Bener Super
  • Bupati Purworejo Mengajak Masyarakat Untuk Menjaga Kelestarian Lingkungan Pesisir
  • Hadirnya Alat Mammography di RSUD dr. Tjitrowardojo , Pemeriksaan Kanker Payudara Semakin Ditingkatkan.
  • BPOB & BUMDesa Menanda Tangani PKS Pengelolaan Sampah Kawasan Borobudur
  • 300 Peserta Mengikuti Run For Fun 2026 MORAZEN Yogyakarta

Komentar Terbaru

    © 2026 Seputar Purworejo | WordPress Theme Ultra Seven
    • Home
    • News

    Memuat Komentar...

      %d