Skip to content
Kamis, Juni 4
  • TENTANG KAMI
  • Home
  • DISCLAIMER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Seputar Purworejo

Inspiratif, Edukatif dan Terpercaya

Seputar Purworejo

Inspiratif, Edukatif dan Terpercaya

  • Home
  • News
  • Home
  • News
Trending Now
  • Bupati Purworejo Berharap Perayaan Waisak Untuk Perkuat Semangat Kerukunan dan Toleransi
  • Sebanyak 108 Ribu Masyarakat Purworejo Terima Bantuan Beras dan Minyak Realiasi Program Cadangan Pangan Pemerintah
  • Desa Pogungjurutengah Purworejo Terima Sapi Kurban Bantuan Presiden RI
  • MORAZEN Yogyakarta Mendukung Program Pencegahan Stunting Melalui Program MORA Impact
  • Terima Hibah Rampasan KPK , Pemkab Purworejo Siap Manfaatkan untuk Pelayanan Publik
  • RSUD dr. Tjitro Wardojo Menjadi Salah Satu Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama di Jawa Tengah
Home>>Pariwisata dan Kebudayaan>>Puluhan Pelajar Adu Kreativitas Kenalkan Cagar Budaya
Pariwisata dan Kebudayaan

Puluhan Pelajar Adu Kreativitas Kenalkan Cagar Budaya

Redaksi Seputarpurworejo27 November 20210
Tosan Aji Video Reportase Competition 2021

 

PURWOREJO, seputarpurworejo.com – Puluhan pelajar jenjang SMP dan SMA sederajat di Kabupaten Purworejo beradu kreativitas untuk mengenalkan sekaligus menyampaikan gagasan inovatifnya terkait pelestarian cagar budaya kepada masyarakat luas. Persaingan itu terlihat dalam even Tosan Aji Video Reportase Competition 2021 dan Tosan Aji Essay Competition 2021 bertajuk “Pesona Cagar Budaya Purworejo” yang digelar oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Purworejo.

Kendati periode pendaftaran dan pengumpulan karya lomba berlangsung singkat, antusias peserta cukup tinggi. Sejak tanggal 1 hingga 24 November, jumlah peserta lomba reportase tercatat ada 33. Sementara untuk lomba esai mencapai 36 peserta. Masing-masing peserta lomba reportase adalah tim beranggotakan maksimal 4 pelajar, sedangkan lomba esai boleh perorangan atau tim beranggotakan maksimal 2 pelajar.

 

Plt Kepala Dinparbud Purworejo, Agung Wibowo AP, melalui Kabid Kebudayaan Dyah Woro Setyaningsih menyampaikan apresiasi terhadap tingginya antusias pelajar dalam kompetisi kali ini. Menurutnya, periode pengumpulan karya telah ditutup pada 24 November dan selama 2 hari terakhir telah dilakukan penilaian oleh dewan juri dari berbagai unsur profesional, baik praktisi maupun akademisi.

 

Pengumuman pemenang selanjutnya akan dilakukan pada 29 November mendatang melalui surat resmi serta media sosial Dinparbud. Masing-masing lomba ditentukan juara 1 hingga harapan 3 dengan hadiah senilai total Rp24 juta.

 

“Informasi dari para juri, karya-karya peserta juga berkualitas. Bahkan, selisih nilainya tipis-tipis sehingga memang cukup sulit untuk menentukan para juaranya,” jelas Agung.

 

Disebutkan, dalam kedua lomba tersebut peserta dapat memilih beberapa cagar budaya sebagai objek lomba. Lokasi objek tidak hanya dalam Kota Purworejo, melainkan juga beberapa cagar budaya di sejumlah kecamatan. Beberapa di antaranya yakni Museum Tosan Aji, Goa Silawang, Goa Gong, Makam Eyang Giri Cumanthaka, Masjid Al Iman Loano, Makam Gagak Handoko, dan Memorial House WR. Soepratman. Ada pula Gereja GPIB, Gereja Santa Perawan Maria, Klenteng Thong Hwie Kiong, Benteng Pendem Dadirejo 6, Benteng Pendem Bapangsari 5, dan Benteng Bapangsari 6.

 

Lebih lanjut Woro menilai bahwa kompetisi kali ini cukup efektif meningkatkan minat pelajar terhadap upaya pelestarian cagar budaya. Hal itu terbukti dari karya-karya video reportase peserta yang menampilkan berbagai konsep kreativitas dalam menginformasikan keberadaan cagar budaya.

 

“Tanggapan dari teman-teman juru pelihara situs dan cagar budaya juga sangat positif. Mereka merasa senang karena hampir setiap hari dikunjungi peserta bersama guru pendamping. Mereka juga merasa terbantu dari sisi promosi dan pengenalan,” jelasnya.

 

Dalam lomba esai, sambungnya, banyak muncul gagasan inovatif terkait upaya pelestarian dan pengenalan cagar budaya. Masukan-masukan peserta penting bagi Dinparbud dalam rangka pelestarian dan pengembangan ke depan.

 

“Untuk karya esai nantinya akan kita bukukan untuk menambah literasi, sedangkan karya reportase akan kita unggah juga ke channel youtube,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut Woro menambahkan bahwa kedua lomba tersebut digelar dengan sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Permuseuman tahun 2021. Rangkaiannya antara lain kajian, seminar, belajar bersama museum, dan kompetisi. ( Pam )

 

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Previous Post

Bupati Berharap Kades Yang Dilantik , Bekerja Sesuai Regulasi dan Jangan melakukan penyimpangan Dana Desa

Next Post

Partai Golkar Optimis Usung Airlangga Pada Pilpres Mendatang

Related Articles

Pariwisata dan Kebudayaan

Pemkab Menggelar Pameran Museum Tosan Aji

Pariwisata dan Kebudayaan

Menparekraf Sandiaga Uno Sosok Menteri yang Ramah dan Merakyat

Pariwisata dan Kebudayaan

Obyek Wisata Purworejo di Buka Sesuai Zonasi

Pariwisata dan Kebudayaan

Nelayan Desa Kertojayan Gelar Sedekah Laut

Pariwisata dan Kebudayaan

Masa Pandemi Covid 19 , Penampilan Duta Seni dilakukan Secara Virtual dengan Standar Prokes

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Bupati Purworejo Berharap Perayaan Waisak Untuk Perkuat Semangat Kerukunan dan Toleransi
  • Sebanyak 108 Ribu Masyarakat Purworejo Terima Bantuan Beras dan Minyak Realiasi Program Cadangan Pangan Pemerintah
  • Desa Pogungjurutengah Purworejo Terima Sapi Kurban Bantuan Presiden RI
  • MORAZEN Yogyakarta Mendukung Program Pencegahan Stunting Melalui Program MORA Impact
  • Terima Hibah Rampasan KPK , Pemkab Purworejo Siap Manfaatkan untuk Pelayanan Publik

Komentar Terbaru

    © 2026 Seputar Purworejo | WordPress Theme Ultra Seven
    • Home
    • News

    Memuat Komentar...

      %d