Skip to content
Kamis, April 30
  • TENTANG KAMI
  • Home
  • DISCLAIMER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Seputar Purworejo

Inspiratif, Edukatif dan Terpercaya

Seputar Purworejo

Inspiratif, Edukatif dan Terpercaya

  • Home
  • News
  • Home
  • News
Trending Now
  • Baznas Purworejo Resmi Luncurkan Warung Z-Mart
  • Bupati Purworejo Meninjau Langsung Lokasi Rumah Kebakaran di Kemiri
  • Wabup Dion Mendorong Kesadaran Masyarakat akan Pentingnya Pariwisata
  • RSUD RA Tjokronegoro Jalin Kerjasama Dengan Kejaksaan Negeri Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN)
  • BPOB Kerja Sama Dengan Desa Wisata Nglinggo Untuk Pengembangan Atraksi Wisata Borobudur Highland
  • RSUD dr. Tjitrowardojo Terus Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Dengan Program SIHREN
Home>>Pariwisata dan Kebudayaan>>Puluhan Pelajar Adu Kreativitas Kenalkan Cagar Budaya
Pariwisata dan Kebudayaan

Puluhan Pelajar Adu Kreativitas Kenalkan Cagar Budaya

Redaksi Seputarpurworejo27 November 20210
Tosan Aji Video Reportase Competition 2021

 

PURWOREJO, seputarpurworejo.com – Puluhan pelajar jenjang SMP dan SMA sederajat di Kabupaten Purworejo beradu kreativitas untuk mengenalkan sekaligus menyampaikan gagasan inovatifnya terkait pelestarian cagar budaya kepada masyarakat luas. Persaingan itu terlihat dalam even Tosan Aji Video Reportase Competition 2021 dan Tosan Aji Essay Competition 2021 bertajuk “Pesona Cagar Budaya Purworejo” yang digelar oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Purworejo.

Kendati periode pendaftaran dan pengumpulan karya lomba berlangsung singkat, antusias peserta cukup tinggi. Sejak tanggal 1 hingga 24 November, jumlah peserta lomba reportase tercatat ada 33. Sementara untuk lomba esai mencapai 36 peserta. Masing-masing peserta lomba reportase adalah tim beranggotakan maksimal 4 pelajar, sedangkan lomba esai boleh perorangan atau tim beranggotakan maksimal 2 pelajar.

 

Plt Kepala Dinparbud Purworejo, Agung Wibowo AP, melalui Kabid Kebudayaan Dyah Woro Setyaningsih menyampaikan apresiasi terhadap tingginya antusias pelajar dalam kompetisi kali ini. Menurutnya, periode pengumpulan karya telah ditutup pada 24 November dan selama 2 hari terakhir telah dilakukan penilaian oleh dewan juri dari berbagai unsur profesional, baik praktisi maupun akademisi.

 

Pengumuman pemenang selanjutnya akan dilakukan pada 29 November mendatang melalui surat resmi serta media sosial Dinparbud. Masing-masing lomba ditentukan juara 1 hingga harapan 3 dengan hadiah senilai total Rp24 juta.

 

“Informasi dari para juri, karya-karya peserta juga berkualitas. Bahkan, selisih nilainya tipis-tipis sehingga memang cukup sulit untuk menentukan para juaranya,” jelas Agung.

 

Disebutkan, dalam kedua lomba tersebut peserta dapat memilih beberapa cagar budaya sebagai objek lomba. Lokasi objek tidak hanya dalam Kota Purworejo, melainkan juga beberapa cagar budaya di sejumlah kecamatan. Beberapa di antaranya yakni Museum Tosan Aji, Goa Silawang, Goa Gong, Makam Eyang Giri Cumanthaka, Masjid Al Iman Loano, Makam Gagak Handoko, dan Memorial House WR. Soepratman. Ada pula Gereja GPIB, Gereja Santa Perawan Maria, Klenteng Thong Hwie Kiong, Benteng Pendem Dadirejo 6, Benteng Pendem Bapangsari 5, dan Benteng Bapangsari 6.

 

Lebih lanjut Woro menilai bahwa kompetisi kali ini cukup efektif meningkatkan minat pelajar terhadap upaya pelestarian cagar budaya. Hal itu terbukti dari karya-karya video reportase peserta yang menampilkan berbagai konsep kreativitas dalam menginformasikan keberadaan cagar budaya.

 

“Tanggapan dari teman-teman juru pelihara situs dan cagar budaya juga sangat positif. Mereka merasa senang karena hampir setiap hari dikunjungi peserta bersama guru pendamping. Mereka juga merasa terbantu dari sisi promosi dan pengenalan,” jelasnya.

 

Dalam lomba esai, sambungnya, banyak muncul gagasan inovatif terkait upaya pelestarian dan pengenalan cagar budaya. Masukan-masukan peserta penting bagi Dinparbud dalam rangka pelestarian dan pengembangan ke depan.

 

“Untuk karya esai nantinya akan kita bukukan untuk menambah literasi, sedangkan karya reportase akan kita unggah juga ke channel youtube,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut Woro menambahkan bahwa kedua lomba tersebut digelar dengan sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Permuseuman tahun 2021. Rangkaiannya antara lain kajian, seminar, belajar bersama museum, dan kompetisi. ( Pam )

 

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Previous Post

Bupati Berharap Kades Yang Dilantik , Bekerja Sesuai Regulasi dan Jangan melakukan penyimpangan Dana Desa

Next Post

Partai Golkar Optimis Usung Airlangga Pada Pilpres Mendatang

Related Articles

Pariwisata dan Kebudayaan

Wabup Hadiri Festival Dalang Anak dan Remaja

Pariwisata dan Kebudayaan

PPKM Level IV Covid 19 , Pemkab Purworejo Masih Menutup Alun-Alun Untuk Aktifitas Warga Masyarakat

Pariwisata dan Kebudayaan

Dinpusip Melaunching Buku Antologi Budaya Lokal Purworejo

Pariwisata dan Kebudayaan

Bupati , Pluralisme dalam Kesederhanaan Agar Terus Ditumbuhkan Di Masyarakat

Pariwisata dan KebudayaanUncategorized

Festival Layang-layang Nasional Kembali Digelar Di Ketawang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Baznas Purworejo Resmi Luncurkan Warung Z-Mart
  • Bupati Purworejo Meninjau Langsung Lokasi Rumah Kebakaran di Kemiri
  • Wabup Dion Mendorong Kesadaran Masyarakat akan Pentingnya Pariwisata
  • RSUD RA Tjokronegoro Jalin Kerjasama Dengan Kejaksaan Negeri Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN)
  • BPOB Kerja Sama Dengan Desa Wisata Nglinggo Untuk Pengembangan Atraksi Wisata Borobudur Highland

Komentar Terbaru

    © 2026 Seputar Purworejo | WordPress Theme Ultra Seven
    • Home
    • News
     

    Memuat Komentar...
     

      %d