Skip to content
Senin, Juli 6
  • TENTANG KAMI
  • Home
  • DISCLAIMER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Seputar Purworejo

Inspiratif, Edukatif dan Terpercaya

Seputar Purworejo

Inspiratif, Edukatif dan Terpercaya

  • Home
  • News
  • Home
  • News
Trending Now
  • Festival Layang-Layang Tingkat Nasional 2026 Mendongkrak Pariwisata dan Ekonomi Warga
  • Bupati Purworejo Terapkan WFA/WFH bagi Guru Selama Libur Sekolah
  • Wabup Dion Berharap Semua Pihak Berperan Aktif , Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
  • Bupati Purworejo Berharap Upaya Pencegahan Narkotika di Lingkungan Sekolah Terus di Tingkatkan
  • Morazen Yogjakarta Menggelar Pameran Lukisan Bertajuk Scene Of Panora-Mooi
  • Pemkab Purworejo Siapkan Rumah Singgah , Untuk Warga Purworejo Yang Berobat Rujukan di Yogyakarta
Home>>Pendidikan>>Bupati Purworejo Terapkan WFA/WFH bagi Guru Selama Libur Sekolah
Pendidikan

Bupati Purworejo Terapkan WFA/WFH bagi Guru Selama Libur Sekolah

admin6 Juli 20260
Bupati Purworejo terapkan WFH/WFA Bagi Guru selama libur sekolah

 

 

SEPUTARPURWOREJO  –  Pemerintah Kabupaten Purworejo menyiapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau bekerja dari mana saja dan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah bagi guru pada masa libur sekolah sesuai kalender pendidikan.

Kebijakan ini dilakukan Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, S.H., sebagai bagian dari upaya adaptasi terhadap perkembangan digital sekaligus meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance) bagi aparatur pendidik.

 

Menurut Bupati Yuli Hastuti, sistem kerja fleksibel dinilai tepat diterapkan pada masa jeda pembelajaran, ketika aktivitas siswa di sekolah sedang libur.

 

“Pada saat murid libur, ruang kelas tidak dimanfaatkan secara optimal. Jika guru tetap hadir secara fisik hanya untuk memenuhi presensi, hal tersebut kurang efisien. Melalui WFA/WFH, kita dapat menekan biaya operasional sekolah seperti listrik, air, dan kebutuhan rutin lainnya,” jelas Bupati.

 

Selain aspek efisiensi, kebijakan ini juga diharapkan memberi ruang bagi guru untuk melakukan penyegaran setelah menjalani proses pembelajaran. Dengan kondisi psikologis yang lebih baik, para pendidik diharapkan dapat menyambut masa pembelajaran berikutnya dengan semangat yang lebih tinggi.

 

Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa penerapan WFA/WFH tidak mengurangi kewajiban profesional guru. Selama masa tersebut, guru tetap diwajibkan menyelesaikan tugas-tugasnya seperti merencanakan pembelajaran, menyelesaikan laporan penilaian, menyusun kurikulum, merencanakan RPP untuk semester berikutnya, melayani keperluan masyarakat juga pengembangan diri melalui pelatihan, seminar, atau workshop untuk meningkatkan kompetensi.

 

Menindaklanjuti arahan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo telah menyusun Surat Edaran Bupati bersama perangkat daerah terkait sebagai pedoman pelaksanaan di lapangan. Kepala Dindikbud Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, S.STP., M.M., menyampaikan bahwa mekanisme pengawasan akan tetap dilakukan secara ketat dan terukur.

 

“Kami siapkan sistem presensi serta kewajiban pelaporan berbasis output kinerja. Dengan demikian, akuntabilitas kinerja tetap terjaga sesuai ketentuan kepegawaian,” terangnya.

 

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa pelayanan publik di satuan pendidikan tetap berjalan optimal. Layanan strategis seperti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan layanan kepada masyarakat akan tetap dilaksanakan melalui sistem piket bergantian.

 

“Piket ini juga penting untuk memastikan keamanan aset sekolah tetap terjaga selama masa libur,” pungkasnya.

 

Melalui kebijakan ini, Pemerintah Kabupaten Purworejo berharap pemanfaatan teknologi dalam tata kelola pendidikan dapat semakin diakselerasi, sekaligus mendorong terwujudnya pemerintahan yang modern, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan zaman. ( Pam )

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Previous Post

Wabup Dion Berharap Semua Pihak Berperan Aktif , Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Next Post

Festival Layang-Layang Tingkat Nasional 2026 Mendongkrak Pariwisata dan Ekonomi Warga

Related Articles

Pendidikan

MTQ Pelajar dan Umum Tingkat Kabupaten Purworejo Tahun 2025 Secara Resmi Digelar

Pendidikan

Ramadan Penuh Makna, MORAZEN Yogyakarta Menghadirkan Sudut Baca Di SD N Temon

Pendidikan

RSUD dr. Tjitro Wardojo Menjadi Salah Satu Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama di Jawa Tengah

Pendidikan

Bupati Purworejo Menyambut Baik Rencana Pembangunan Kampus UNY

Pendidikan

Tak Mampu Bayar Kekurangan SPP, Siswa SMK di Purworejo Terancam Di Non Aktifkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Festival Layang-Layang Tingkat Nasional 2026 Mendongkrak Pariwisata dan Ekonomi Warga
  • Bupati Purworejo Terapkan WFA/WFH bagi Guru Selama Libur Sekolah
  • Wabup Dion Berharap Semua Pihak Berperan Aktif , Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
  • Bupati Purworejo Berharap Upaya Pencegahan Narkotika di Lingkungan Sekolah Terus di Tingkatkan
  • Morazen Yogjakarta Menggelar Pameran Lukisan Bertajuk Scene Of Panora-Mooi

Komentar Terbaru

    © 2026 Seputar Purworejo | WordPress Theme Ultra Seven
    • Home
    • News

    Memuat Komentar...

      %d