Skip to content
Rabu, April 29
  • TENTANG KAMI
  • Home
  • DISCLAIMER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Seputar Purworejo

Inspiratif, Edukatif dan Terpercaya

Seputar Purworejo

Inspiratif, Edukatif dan Terpercaya

  • Home
  • News
  • Home
  • News
Trending Now
  • Baznas Purworejo Resmi Luncurkan Warung Z-Mart
  • Bupati Purworejo Meninjau Langsung Lokasi Rumah Kebakaran di Kemiri
  • Wabup Dion Mendorong Kesadaran Masyarakat akan Pentingnya Pariwisata
  • RSUD RA Tjokronegoro Jalin Kerjasama Dengan Kejaksaan Negeri Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN)
  • BPOB Kerja Sama Dengan Desa Wisata Nglinggo Untuk Pengembangan Atraksi Wisata Borobudur Highland
  • RSUD dr. Tjitrowardojo Terus Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Dengan Program SIHREN
Home>>Pemerintahan>>Bupati Keluarkan Instruksi PPKM Darurat
Pemerintahan

Bupati Keluarkan Instruksi PPKM Darurat

Redaksi Seputarpurworejo12 Juli 20210
Drs Said Romadhon Sekda Purworejo

 

PURWOREJO, seputarpurworejo.com – Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM mengeluarkan instruksi Nomor 4851 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus Disease 2019  Di Kabupaten Purworejo. Instruksi Bupati tertanggal 8 Juli 2021 ini, berlaku mulai tanggal 9 Juli hingga 20 Juli 2021.

Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo Drs Said Romadhon mengungkapkan, isi Instruksi Bupati hampir sama dengan aturan Pemerintah Pusat tentang PPKM Darurat. “Pada prinsipnya hampir sama, hanya saja ini konteksnya daerah, ” ungkapnya. Dijelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial, dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% staf hanya di fasilitas produksi/pabrik, serta 10% untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional. “Sektor esensial ini maksudnya lingkungan usaha yang perlu sekali atau mendasar, misalnya keuangan dan perbankan, perhotelan, industri orientasi ekspor, dan teknologi informasi komunikasi,” jelasnya.

 

Untuk pelaksanaan kegiatan pada sektor kritikal, dapat beroperasi 100 % staf. Sektor kritikal berarti lingkungan usaha yang paling penting, seperti kesehatan, keamanan dan ketertiban masyarakat, penanganan bencana, energi, logistik, transportasi dan distribusi terutama untuk kebutuhan pokok masyarakat, makanan dan minuman serta penunjangnya termasuk untuk ternak/hewan peliharaan, pupuk dan petrokimia, semen dan bahan bangunan, objek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi (infrastruktur publik), serta utilitas dasar (listrik, air dan pengelolaan sampah).

 

Sedangkan sektor non esensial diberlakukan 100% bekerja dari rumah (Work From Home). Sektor non esensial antara lain tempat bermain, tempat olahraga dan pusat kebugaran, salon kecantikan, dealer dan variasi motor/ mobil, toko non kebutuhan pokok, usaha pemancingan, pasar hewan, pasar ikan, pasar burung, dan kegiatan usaha kaki lima non kebutuhan pokok.

 

Diatur juga mengenai supermarket, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari, dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50%. Pasar tradisional dibatasi jam operasional sampai pukul 15.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50%. “Namun untuk apotek, toko alat kesehatan dan toko obat dapat buka selama 24 jam dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ungkapnya.

 

Pelaksanaan kegiatan makan/minum ditempat umum (warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan) hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan ditempat (dine-in) dengan jam operasional maksimal sampai pukul 20.00 WIB. Selain itu, ada juga tempat-tempat tertentu yang dilakukan penutupan sementara. Seperti tempat ibadah, area publik, wisata, serta kegiatan seni dan olahraga.

 

Sekda berharap, Instruksi Bupati ini benar-benar ditaati seluruh warga masyarakat Purworejo, untuk menekan penyebaran Covid-19. Sebab sampai saat ini, peningkatan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Purworejo masih cukup tinggi, sehingga masuk zona merah level 3. ( Pam )

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Previous Post

Satgas Covid 19 RW Kelurahan Borokulon Purworejo, Peduli Warga Yang Isolasi mandiri, Beri Bantuan Paket Sembako

Next Post

Bumdesa Sari Rezeki Desa Sendangsari Purworejo Mampu Menyumbang PAD Desa sebesar 26 juta Tahun 2020

Related Articles

Pemerintahan

ASN Harus Netral dalam Pilkada dan Menjadi Teladan dalam Protokol Kesehatan

Pemerintahan

Bupati Berharap Pejabat Dapat Berbahasa Jawa Dengan Baik

Pemerintahan

Pemkab Purworejo , Memberi Bantuan Puluhan Grup Kesenian Tradisional

Pemerintahan

Kabupaten Purworejo Menetapkan UMK sebesar Rp. 2.127.641,-

Pemerintahan

Pelaksanaan Pilkades Serentak di Purworejo Aman, Tidak Menimbulkan Klaster Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Baznas Purworejo Resmi Luncurkan Warung Z-Mart
  • Bupati Purworejo Meninjau Langsung Lokasi Rumah Kebakaran di Kemiri
  • Wabup Dion Mendorong Kesadaran Masyarakat akan Pentingnya Pariwisata
  • RSUD RA Tjokronegoro Jalin Kerjasama Dengan Kejaksaan Negeri Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN)
  • BPOB Kerja Sama Dengan Desa Wisata Nglinggo Untuk Pengembangan Atraksi Wisata Borobudur Highland

Komentar Terbaru

    © 2026 Seputar Purworejo | WordPress Theme Ultra Seven
    • Home
    • News
     

    Memuat Komentar...
     

      %d