Skip to content
Senin, Juli 27
  • TENTANG KAMI
  • Home
  • DISCLAIMER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Seputar Purworejo

Inspiratif, Edukatif dan Terpercaya

Seputar Purworejo

Inspiratif, Edukatif dan Terpercaya

  • Home
  • News
  • Home
  • News
Trending Now
  • Ketua Polosoro Terplih , Ajak Anggota Polosoro Terus Belajar Dalam Tata Kelola Pemerintahan Desa
  • Bupati Purworejo Apresiasi Berbagai Pihak Dalam Penyelenggaraan Haji 2026 Berjalan Lancar
  • BPOB Gelar Sosialisasi Safety dan Security , Untuk Meningkatkan Keamanan Destinasi Wisata.
  • WNA asal Inggris DiDenda 10 Juta Ripiah karena Tidak Melaporkan Perubahan Aalamt Tempat Tinggal
  • Upaya Pengembangan Potensi Unggulan di Wilayah Kecamatan Bener Dengan Explore Bener Super
  • Bupati Purworejo Mengajak Masyarakat Untuk Menjaga Kelestarian Lingkungan Pesisir
Home>>Pemerintahan>>Dampak Covid-19, Angka Kemiskinan Di Purworejo Meningkat
Pemerintahan

Dampak Covid-19, Angka Kemiskinan Di Purworejo Meningkat

Redaksi Seputarpurworejo23 Desember 20210

 

Wakil Bupati Hj Yuli Hastuti pimpin Rapat Evaluasi Penanggulangan Kemiskinan di Ruang Bagelen

 

PURWOREJO, seputarpurworejo.com – Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama 2 tahun, ternyata telah mengakibatkan peningkatan angka kemiskinan di Kabupaten Purworejo, dari semula 11,78 persen pada tahun 2020 menjadi 12,40 persen pada tahun 2021. Posisi Kabupaten Purworejo masih masuk dalam Zona Merah, dimana angka kemiskinan tahun 2021 masih diatas rata-rata angka kemiskinan nasional sebesar 10,14 persen dan angka kemiskinan Provinsi Jawa Tengah sebesar 11,79  persen.

Informasi tersebut disampaikan Wakil Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti SH saat memimpin Rapat Evaluasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Purworejo, di Ruang Bagelen, Selasa 21/12/2021. Turut hadir dalam rapat tersebut Asisten Administrasi dan Kesra, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinpermasdes, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas LH, Kepala Dinperkimtan, Kepala Bappeda, Perwakilan Dinsos dan unsur terkait lainya.

 

Dikatakan Wabup bahwa bertambahnya penduduk miskin serta tingkat pengangguran merupakan salah satu dampak terbesar yang timbul akibat pandemi yang tidak kunjung berakhir. Oleh karena itu diperlukan beberapa strategi dan kebijakan sebagai upaya penanganan dampak serta pemulihan sosial ekonomi masyarakat.

 

“ Perlu sinergitas dan keterpaduan program dan kegiatan di tingkat kabupaten dan tingkat desa sangat penting. “Jangan sampai terjadi tumpang tindih pengelolaan program dan kegiatan, yang justru berdampak pada tidak sesuainya program dan kegiatan dalam penanggulangan kemiskinan atau tidak adanya manfaat bagi generasi mendatang,” jelas Wabup.

 

Wabup menegaskan bahwa kita harus memiliki inovasi dan kreativitas dalam penanggulangan kemiskinan dimasa yang akan datang namun tidak terlepas dari RPJMD dan Renstra Tahun 2021-2026 yang telah ditetapkan. Perencanaan penanganan kemiskinan yang semula bersifat teknokratis dan umum, di tahun mendatang akan lebih bersifat partisipatif, melihat permasalahan orang atau komunitas miskin tentang seberapa jauh mereka memiliki kemampuan kreatif.

 

“ Untuk para Kepala Perangkat Daerah, jika ada proposal dari desa dalam kategori merah agar diprioritaskan. Mengenai RTLH saya berpesan agar pemberian nya dapat benar-benar sesuai dan tidak salah sasaran. Saya sangat prihatin dengan kenaikan jumlah kemiskinan ini, walaupun tadi disampaikan Kepala BPS ini masih dalam taraf wajar dibanding daerah lainya,” terang Wakil Bupati. ( Pam )

 

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Previous Post

Ada 53 Desa di Kabupaten Purworejo Menerima Penghargaan Desa Inklusi

Next Post

PTM Garuda di Desa Dukuhrejo Kecamatan Bayan, Resmi Berdiri

Related Articles

Pemerintahan

Bupati Lantik 5 JPT Hasil Lelang Jabatan

Pemerintahan

Kejar Level 1, Masyarakat Diminta Ikut Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19

Pemerintahan

BSD Di Kec Kutoarjo , Bupati Panen Jamur Tiram

Pemerintahan

Wabup Melantik Sebanyak 61 Pejabat Manajerial dan Kepala Sekolah

Pemerintahan

Bupati Sholat Idul Adha Di Desa Purwodadi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Ketua Polosoro Terplih , Ajak Anggota Polosoro Terus Belajar Dalam Tata Kelola Pemerintahan Desa
  • Bupati Purworejo Apresiasi Berbagai Pihak Dalam Penyelenggaraan Haji 2026 Berjalan Lancar
  • BPOB Gelar Sosialisasi Safety dan Security , Untuk Meningkatkan Keamanan Destinasi Wisata.
  • WNA asal Inggris DiDenda 10 Juta Ripiah karena Tidak Melaporkan Perubahan Aalamt Tempat Tinggal
  • Upaya Pengembangan Potensi Unggulan di Wilayah Kecamatan Bener Dengan Explore Bener Super

Komentar Terbaru

    © 2026 Seputar Purworejo | WordPress Theme Ultra Seven
    • Home
    • News

    Memuat Komentar...

      %d