
SEPUTARPURWOREJO- KULON PROGO — Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat portofolio destinasi pariwisata kawasan dengan secara resmi mengembangkan atraksi wisata berbasis sejarah, budaya, dan alam bertajuk Land & Legacy Gladhen Jemparingan di Zona Otorita Borobudur Highland. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat implementasi prinsip pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) sekaligus memicu akselerasi kunjungan wisatawan di kawasan pariwisata lintas kabupaten yang mencakup Magelang, Kulon Progo, dan Purworejo.
Kehadiran Land & Legacy Jemparingan menjadi komitmen nyata BPOB setelah sebelumnya sukses menghadirkan dan mengembangkan wellness tourism “Moekti Diri” sejak tahun 2025 lalu. Melalui konsep anyar ini, BPOB memadukan keindahan alam perbukitan, kekayaan nilai sejarah Perang Jawa, aktivitas fisik tradisional, serta pemberdayaan masyarakat lokal dalam satu kesatuan pengalaman wisata yang utuh dan bernilai tambah tinggi.
Jemparinga meupakan seni panahan tradisional gaya Mataraman yang dilakukan dengan posisi duduk bersil dan bukan sekadar olahraga fisik semata. Aktivitas ini sangat selaras dengan prinsip wisata ramah lingkungan (ecotourism) karena diselenggarakan langsung di tengah keasrian lanskap hutan Zona Otorita Borobudur Highland. Lebih dari itu, jemparingan mengusung nilai wellness yang mendalam karena menuntut penyelarasan antara olah rasa, ketenangan pikiran, konsentrasi emosi, dan ketangkasan tubuh pengolahnya.
Dalam rangkaian agenda utama tersebut, BPOB bersama pemangku kepentingan setempat turut menggelar syukuran pembentukan Paseduluran Jemparing Gagak Roban yang bertempat di Nglinggo, Desa Pagerharjo, Samigaluh—wilayah yang menjadi zona penyangga utama kawasan Borobudur Highland. Komunitas lokal ini dilibatkan secara langsung dalam rangkaian pelatihan utama sebagai bagian dari strategi pengembangan wisata bersama masyarakat di sekitar kawasan penyangga Borobudur Highland guna memastikan manfaat ekonomi pariwisata berputar di tingkat tapak.
Atraksi ini diikuti oleh 30 pemanah lintas daerah dari berbagai komunitas jemparingan kenamaan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, hingga Jawa Barat. Pengurus Paseduluran Jemparing Langenlastro, Agung, menyatakan antusiasmenya terhadap langkah BPOB yang memfasilitasi ruang pelestarian budaya secara inklusif dan berkelanjutan. Sebanyak 30 peserta dari berbagai komunitas jemparingan di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Ini momentum penting bagi kami para pelestari tradisi untuk mengenalkan olah jiwa jemparingan kepada masyarakat luas dan wisatawan dalam ekosistem kawasan yang terkelola secara professional .
Inisiasi dan pengembangan atraksi jemparingan di Borobudur Highland terlaksana berkat kolaborasi lintas sektor yang solid. Upaya ini melibatkan Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Pemerintah Desa Wisata Nglinggo, Dukuh Nglinggo Timur, Dukuh Nglinggo Barat, Sanggar Ndalem Tanu, serta konsorsium komunitas jemparingan seperti Paseduluran Jemparing Langenlastro, Trajumas, dan Teratai Kota.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Sutarman, menekankan pentingnya sinergi multifaset ini untuk menjamin keberlanjutan daya tarik destinasi di perbatasan wilayah ,Kolaborasi menjadi bagian penting dari pengembangan Land & Legacy Jemparingan sebagai atraksi wisata yang berbasis pada potensi lokal, pelestarian budaya, sejarah, dan alam, serta keterlibatan aktif masyarakat. Sinergi antara pemerintah, desa wisata, komunitas, dan pelaku budaya diharapkan dapat menciptakan atraksi wisata yang menarik, berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar .
Direktur Destinasi Pariwisata Badan Pelaksana Otorita Borobudur, Neysa Amelia, menegaskan komitmen BPOB untuk terus mengawal pengembangan destinasi secara inklusif dan berkelanjutan. Melalui pengembangan atraksi yang mengangkat kekayaan alam, budaya, dan sejarah, BPOB terus berkomitmen mendorong terwujudnya kawasan pariwisata Borobudur yang berkelanjutan, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami ingin memastikan Borobudur Highland berkembang sebagai pusat wisata berkualitas tinggi yang menjaga warisan leluhur sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal secara adil .
Melalui integrasi antara sejarah Perang Jawa, keasrian Perbukitan Menoreh, dan keterlibatan aktif komunitas lokal, BPOB optimistis pengembangan Land & Legacy Jemparingan dapat menjadi ikon wisata budaya baru yang memperkokoh daya saing pariwisata Indonesia di kancah nasional maupun internasional. ( Pam )

