Skip to content
Kamis, Desember 11
  • TENTANG KAMI
  • Home
  • DISCLAIMER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Seputar Purworejo

Inspiratif, Edukatif dan Terpercaya

Seputar Purworejo

Inspiratif, Edukatif dan Terpercaya

  • Home
  • News
  • Home
  • News
Trending Now
  • Wabup Purworejo Mendorong Generasi Muda Untuk Sadar Politik dan Adaptif
  • Kabupaten Purworejo Meraih Predikat Sangat Inovatif Di IGA 2025
  • Purworejo Meluncurkan Program Gerakan Sekolah Cerdas Bermedia
  • Pemkab Purworejo Mendukung Penerapan Pidana Kerja Sosial bagi Pelaku Tindak Pidana
  • Kolaborasi Lintas Sektor Pemkab Purworejo Baik Pidana Kerja Sosial Dan Kesiapsiagaan Bencana
  • Wabup Dion Melepas Kontingen KORMI Purworejo, Ikuti FORDA Tingkat Jawa Tengah 2025
Home>>Politik>>KPU Menggelar Acara Simulasi Tungsura di TPS Desa Blimbing Bruno
Politik

KPU Menggelar Acara Simulasi Tungsura di TPS Desa Blimbing Bruno

Redaksi Seputarpurworejo13 November 20240
Simulasi Tungsura di Desa Blimbing Bruno

 

 

PURWOREJO, seputarpurworejo.com – KPU Kabupaten Purworejo melaksanakan simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah serta Bupati dan Wakil Bupati Purworejo pada Pemilihan Tahun 2024. Simulasi bertujuan untuk memberikan gambaran utuh tentang proses dan alur pemungutan suara bagi penyelenggara pemilihan.

KPU Kabupaten Purworejo melaksanakan simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah serta Bupati dan Wakil Bupati Purworejo pada Pemilihan Tahun 2024 pada Minggu 10/11/2024. Simulasi dilaksanakan di TPS 002 Desa Blimbing Kecamatan Bruno. Simulasi dihadiri Forkopimda, Bawaslu Purworejo, pimpinan perangkat daerah, Forkopimcam Bruno, Pemantau Pemilihan 2024, PPK se-Kabupaten Purworejo, Panwascam Bruno, PPS se-Kecamatan Bruno, pemdes dan masyarakat yang terdaftar dalam DPT TPS 002 Desa Blimbing.

 

Ketua KPU Kabupaten Purworejo Jarot Sarwosambodo mengatakan, simulasi bertujuan untuk memberikan gambaran utuh tentang proses dan alur pemungutan suara bagi penyelenggara pemilihan.

 

“Termasuk gambaran waktu yang dibutuhkan bagi pemilih pada saat memberikan suara. Lewat simulasi, bisa kita estimasikan waktu yang diperlukan untuk menyelenggarakan pemungutan suara di TPS hingga selesai penghitungan,” terang Djarot

.

Djarot menegaskan, simulasi tidak mewakili apapun terkait kontestasi pemilihan di Jawa Tengah dan Purworejo. Desain surat suara dan logistik lainnya tidak sama sekali merepresentasikan kontestasi. Selain itu, lanjutnya, tidak ada alasan khusus pemilihan lokasi TPS di Desa Blimbing Kecamatan Bruno.

 

“Substansinya, kami diinstruksikan pimpinan untuk melaksanakan simulasi dengan tujuan memperkuat kapasitas SDM badan adhoc agar semakin siap menjalankan tugasnya,” jelasnya.

 

 

Simulasi tersebut dilaksanakan dengan melibatkan 455 pemilih yang terdaftar di dalam DPT TPS itu. Pada akhir simulasi, sebanyak 388 pemilih menggunakan hak pilihnya. Simulasi dilakukan dengan menggunakan perumpamaan. Dalam lembar surat suaranya, tertulis dengan nama daerah yakni Kabupaten Pulau Terbang di Provinsi Ujung Lembayung. Kertas suara Pilgub dan Pilbup menggunakan format tiga paslon, dengan foto buah-buahan dan makanan serta nomor urut angka puluhan.

 

Simulasi melibatkan PPS 18 desa di Bruno yang berperan sebagai petugas KPPS, Pam TPS, pengawas TPS, dan saksi. Simulasi dimulai jam 07.00 WIB dan langsung diantre puluhan pemilih. Untuk penutupan TPS dilakukan sesuai ketentuan yakni jam 13.00 WIB, kemudian dilanjutkan penghitungan suara.

 

Sementara itu Kadiv Teknis Penyelenggaraan KPU Purworejo Margareta Ega Rindu menambahkan, simulasi diakhiri dengan evaluasi bersama PPS dan PPK 16 kecamatan yang diundang hadir.

 

“Kami meminta PPK untuk membuat daftar inventarisasi masalah guna memetakan berbagai potensi persoalan yang dapat muncul pada saat pemungutan suara di TPS,” jelasnya.

 

Menurutnya, beberapa hal yang harus diperhatikan KPPS dalam pemungutan dan penghitungan suara adalah terkait ketepatan logistik, proses pemungutan dan penghitungan, rekapitulasi, serta layanan bagi pemilih disabilitas. Beberapa hal yang wajib diperhatikan KPPS, maka harapan kami PPK bisa memperhatikan dan dijadikan bahan antisipasi untuk diterapkan 1.392 TPS di Purworejo” pungkasnya. ( Pam )

 

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Previous Post

BPN Segera Membangun Prasarana Pengendali Banjir dan Pengaman Pantai Kawasan YIA

Next Post

Pemdes Guntur Menggelar Pelatihan Pengelolaan Website Desa, Untuk Mendukung Program Desa Cerdas

Related Articles

Politik

KPU Purworejo Menetapkan 2 Pasangan Calon Peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Purworejo Tahun 2024

Politik

Tingkat Partisipasi Pemilih Meningkat Di Pilkada 2024 Purworejo

Politik

Pemkab Gelar Peningkatan Kapasitas Kades,BPD dan Sekdes dalam Penyusunan RPJMDES

Politik

KPU Purworejo Menerima 2 Paslon Cabup Cawabup Yang Mendaftar di Hari Kedua

Politik

KPU Menyiapkan Bilik Khusus di TPS Bagi Pemilih dan Petugas Jemput Bola Bagi Yang Isolasi Mandiri.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Wabup Purworejo Mendorong Generasi Muda Untuk Sadar Politik dan Adaptif
  • Kabupaten Purworejo Meraih Predikat Sangat Inovatif Di IGA 2025
  • Purworejo Meluncurkan Program Gerakan Sekolah Cerdas Bermedia
  • Pemkab Purworejo Mendukung Penerapan Pidana Kerja Sosial bagi Pelaku Tindak Pidana
  • Kolaborasi Lintas Sektor Pemkab Purworejo Baik Pidana Kerja Sosial Dan Kesiapsiagaan Bencana

Komentar Terbaru

    © 2025 Seputar Purworejo | WordPress Theme Ultra Seven
    • Home
    • News
     

    Memuat Komentar...
     

      %d